Mengenal ISPA dan 5 Penyebabnya
Mengenal ISPA dan 5 Penyebabnya
Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang lebih dikenal dengan ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Meski sering dianggap sebagai penyakit ringan seperti flu biasa, ISPA sebenarnya dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan tepat.
Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, kasus ISPA cenderung meningkat saat musim hujan maupun saat terjadi perubahan cuaca ekstrem. Polusi udara, kebiasaan merokok, hingga daya tahan tubuh yang menurun menjadi faktor yang memperparah penyebaran penyakit ini.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang mengenal ISPA dan 5 penyebabnya, mulai dari pengertian, jenis-jenis ISPA, gejala, faktor risiko, komplikasi, hingga langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan.
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yaitu infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah dan berlangsung dalam waktu relatif singkat (kurang dari 14 hari).
Saluran pernapasan manusia terdiri dari:
-
Hidung
-
Tenggorokan
-
Laring
-
Trakea
-
Bronkus
-
Paru-paru
Berdasarkan lokasi infeksinya, ISPA dibagi menjadi dua jenis utama:
1. ISPA Saluran Pernapasan Atas

Meliputi:
-
Flu
-
Pilek
-
Faringitis
-
Sinusitis
-
Tonsilitis
Biasanya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
2. ISPA Saluran Pernapasan Bawah
Meliputi:
-
Bronkitis
-
Bronkiolitis
-
Pneumonia
Jenis ini lebih serius dan berpotensi menyebabkan komplikasi berat, terutama pada balita dan lansia.
Gejala Umum ISPA
Gejala ISPA dapat bervariasi tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut gejala yang paling umum muncul:
-
Batuk
-
Pilek
-
Hidung tersumbat
-
Sakit tenggorokan
-
Demam
-
Sesak napas
-
Nyeri dada
-
Sakit kepala
-
Lemas
-
Nafsu makan menurun
Pada anak-anak, ISPA juga dapat ditandai dengan rewel, muntah, atau napas cepat.
Jika gejala berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai sesak berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Mengenal ISPA dan 5 Penyebabnya

Berikut adalah lima penyebab utama ISPA yang paling sering terjadi:
1. Infeksi Virus
Penyebab paling umum ISPA adalah infeksi virus. Beberapa virus yang sering menyebabkan ISPA antara lain:
-
Virus influenza
-
Rhinovirus
-
Adenovirus
-
Respiratory Syncytial Virus (RSV)
-
Virus corona
Virus menyebar melalui:
-
Percikan air liur (droplet)
-
Kontak langsung dengan penderita
-
Menyentuh permukaan yang terkontaminasi
Infeksi virus biasanya menyebabkan gejala ringan seperti pilek dan batuk. Namun pada kelompok rentan seperti balita dan lansia, virus dapat menyebabkan pneumonia.
2. Infeksi Bakteri
Selain virus, bakteri juga dapat menjadi penyebab ISPA. Contohnya:
-
Streptococcus pneumoniae
-
Haemophilus influenzae
-
Mycoplasma pneumoniae
Infeksi bakteri sering menyebabkan:
-
Demam tinggi
-
Batuk berdahak kental
-
Nyeri dada
-
Sesak napas
Berbeda dengan infeksi virus, ISPA akibat bakteri biasanya membutuhkan pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
3. Polusi Udara
Polusi udara merupakan faktor risiko besar terjadinya ISPA, terutama di daerah perkotaan.
Sumber polusi meliputi:
-
Asap kendaraan bermotor
-
Asap pabrik
-
Asap rokok
-
Debu dan partikel halus (PM2.5)
-
Pembakaran sampah
Paparan polusi yang terus-menerus dapat:
-
Mengiritasi saluran napas
-
Menurunkan daya tahan paru-paru
-
Mempermudah infeksi
Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan kualitas udara buruk memiliki risiko ISPA lebih tinggi.
4. Daya Tahan Tubuh yang Lemah
Sistem imun berperan penting dalam melawan infeksi. Ketika daya tahan tubuh menurun, risiko terkena ISPA meningkat.
Beberapa kondisi yang melemahkan imun:
-
Kurang tidur
-
Stres berkepanjangan
-
Gizi buruk
-
Penyakit kronis
-
Kehamilan
-
Usia lanjut
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan terkena ISPA.
BACA JUGA : Tren Thrifting di Kalangan Anak Muda
5. Lingkungan yang Tidak Sehat
Lingkungan yang padat dan kurang ventilasi mempermudah penyebaran virus dan bakteri.
Faktor lingkungan yang meningkatkan risiko ISPA:
-
Rumah lembap
-
Ventilasi buruk
-
Kepadatan hunian tinggi
-
Sanitasi buruk
-
Kurang cahaya matahari
Di daerah dengan tingkat kepadatan tinggi, ISPA sering menjadi penyakit musiman yang cepat menular.
BACA JUGA : Tren Influenza A (H3N2) Subclade K di Indonesia Menurun
Faktor Risiko ISPA
Selain lima penyebab utama, terdapat beberapa faktor risiko yang memperparah kemungkinan seseorang terkena ISPA:
-
Kebiasaan merokok aktif maupun pasif
-
Tidak mendapatkan imunisasi lengkap
-
Riwayat penyakit paru kronis
-
Diabetes
-
Penyakit jantung
-
Paparan bahan kimia
Komplikasi ISPA

Jika tidak ditangani dengan tepat, ISPA dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
-
Pneumonia berat
-
Gagal napas
-
Infeksi telinga tengah
-
Sinusitis kronis
-
Sepsis
Pada anak balita, ISPA berat bahkan dapat mengancam jiwa.
Cara Diagnosis ISPA
Dokter biasanya melakukan:
-
Pemeriksaan fisik
-
Pemeriksaan suhu tubuh
-
Mendengarkan suara napas dengan stetoskop
-
Tes darah
-
Rontgen dada (jika dicurigai pneumonia)
Diagnosis yang tepat penting untuk menentukan apakah infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri.
Pengobatan ISPA
Pengobatan tergantung pada penyebabnya.
Jika Disebabkan Virus:
-
Istirahat cukup
-
Minum air putih yang banyak
-
Obat penurun demam
-
Obat batuk sesuai gejala
Antibiotik tidak efektif untuk infeksi virus.
Jika Disebabkan Bakteri:
-
Antibiotik sesuai resep dokter
-
Obat pereda gejala
-
Observasi ketat pada kasus berat
Cara Mencegah ISPA

Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah pencegahan ISPA:
1. Menjaga Kebersihan Tangan
Cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik.
2. Menggunakan Masker
Terutama saat sakit atau berada di tempat ramai.
3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
-
Konsumsi makanan bergizi
-
Olahraga teratur
-
Tidur cukup
4. Menghindari Polusi
-
Gunakan masker di area berpolusi
-
Hindari paparan asap rokok
5. Imunisasi
Vaksin influenza dan vaksin pneumonia dapat menurunkan risiko ISPA berat.
ISPA pada Anak
Anak-anak lebih rentan karena sistem imun belum matang.
Tanda bahaya ISPA pada anak:
-
Napas cepat
-
Tarikan dinding dada
-
Bibir membiru
-
Tidak mau minum
Jika muncul tanda tersebut, segera ke fasilitas kesehatan.
ISPA pada Lansia
Lansia memiliki risiko komplikasi lebih tinggi karena:
-
Imunitas menurun
-
Adanya penyakit penyerta
-
Fungsi paru menurun
Pemantauan ketat diperlukan jika lansia mengalami batuk dan demam.
Perbedaan ISPA dan Flu Biasa
Banyak orang menganggap ISPA sama dengan flu biasa. Padahal flu hanyalah salah satu bentuk ISPA.
ISPA mencakup semua infeksi saluran pernapasan akut, termasuk:
-
Flu
-
Bronkitis
-
Pneumonia
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa jika mengalami:
-
Demam tinggi lebih dari 3 hari
-
Sesak napas
-
Nyeri dada berat
-
Batuk berdarah
-
Penurunan kesadaran
Kesimpulan
Mengenal ISPA dan 5 penyebabnya sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini. ISPA bukan sekadar batuk pilek biasa, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Lima penyebab utama ISPA meliputi:
-
Infeksi virus
-
Infeksi bakteri
-
Polusi udara
-
Daya tahan tubuh lemah
-
Lingkungan tidak sehat
Dengan menjaga kebersihan, meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari polusi, dan melakukan imunisasi, risiko ISPA dapat ditekan secara signifikan.
Kesadaran dan pencegahan adalah kunci utama untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman ISPA.
