5 Penyebab Diare dan Cara Menanganinya
5 Penyebab Diare dan Cara Menanganinya
Diare adalah salah satu gangguan pencernaan paling umum yang dialami oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi tinja yang encer atau cair. Meskipun sering dianggap sepele, diare dapat menyebabkan komplikasi serius seperti dehidrasi jika tidak ditangani dengan benar.
Memahami penyebab diare dan cara menanganinya sangat penting agar kita dapat mengambil langkah tepat sejak awal. Artikel ini akan membahas secara mendalam lima penyebab utama diare beserta cara penanganan yang efektif dan aman, baik secara medis maupun alami.
Apa Itu Diare?
Secara medis, diare didefinisikan sebagai kondisi buang air besar encer atau cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Berdasarkan durasinya, diare dibagi menjadi:
-
Diare akut – berlangsung kurang dari 14 hari
-
Diare persisten – berlangsung 14–30 hari
-
Diare kronis – berlangsung lebih dari 30 hari
Diare akut paling sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh infeksi atau keracunan makanan.
1. Infeksi Virus dan Bakteri

Penyebab
Infeksi merupakan penyebab diare yang paling umum. Virus dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Beberapa mikroorganisme penyebab diare antara lain:
-
Rotavirus (umum pada anak-anak)
-
Norovirus
-
Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Shigella
Di Indonesia, kasus diare akibat infeksi masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak.
Gejala Tambahan
-
Demam
-
Mual dan muntah
-
Nyeri perut
-
Tubuh lemas
-
Kadang disertai darah pada tinja (pada infeksi bakteri tertentu)
Cara Menanganinya
-
Rehidrasi segera
Minum larutan oralit untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Oralit sangat direkomendasikan oleh World Health Organization sebagai penanganan utama diare. -
Istirahat cukup
Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi. -
Konsumsi makanan lunak
Seperti bubur, nasi putih, pisang, dan sup bening. -
Antibiotik (jika diperlukan)
Hanya diberikan oleh dokter jika penyebabnya bakteri tertentu.
BACA JUGA : 5 Penyakit Mematikan bagi Anak-anak yang Mengintai di 2026
2. Keracunan Makanan

Penyebab
Keracunan makanan terjadi akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau racun. Makanan yang tidak dimasak dengan baik atau disimpan dalam suhu yang tidak sesuai menjadi faktor risiko utama.
Contoh makanan berisiko tinggi:
-
Daging mentah atau setengah matang
-
Makanan laut
-
Susu tidak dipasteurisasi
-
Makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang
Gejala Tambahan
-
Mual
-
Muntah hebat
-
Kram perut
-
Demam ringan
Gejala biasanya muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Cara Menanganinya
-
Banyak minum cairan
Air putih, oralit, atau kaldu hangat. -
Hindari makanan berat sementara
Beri waktu pada sistem pencernaan untuk pulih. -
Kompres hangat pada perut
Untuk meredakan kram. -
Segera ke dokter jika:
-
Diare lebih dari 3 hari
-
Muntah terus-menerus
-
Tinja berdarah
-
Dehidrasi berat
-
BACA JUGA : 7 Cara Mix and Match Setelan Monokrom Biar Tidak Terlihat Flat dan Membosankan
3. Intoleransi Laktosa

Penyebab
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi mencerna laktosa (gula dalam susu). Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik dan menyebabkan gangguan pencernaan.
Kondisi ini cukup umum pada orang dewasa Asia, termasuk Indonesia.
Gejala Tambahan
-
Perut kembung
-
Gas berlebihan
-
Diare setelah minum susu
-
Kram perut
Cara Menanganinya
-
Hindari produk susu
Seperti susu sapi, es krim, dan keju tertentu. -
Gunakan susu bebas laktosa
Alternatif seperti susu almond atau susu kedelai. -
Konsumsi suplemen enzim laktase
Jika direkomendasikan dokter.
Mengidentifikasi pemicu sangat penting dalam mengatasi penyebab diare dan cara menanganinya secara efektif pada kasus intoleransi makanan.
4. Efek Samping Obat-obatan

Penyebab
Beberapa obat dapat menyebabkan diare sebagai efek samping, terutama:
-
Antibiotik
-
Obat pencahar
-
Obat kemoterapi
-
Obat diabetes tertentu
Antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus, sehingga menyebabkan diare.
Dalam beberapa kasus, antibiotik dapat memicu infeksi bakteri Clostridioides difficile yang cukup serius.
Gejala Tambahan
-
Diare setelah konsumsi obat tertentu
-
Perut tidak nyaman
-
Kadang disertai demam
Cara Menanganinya
-
Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi dokter
-
Konsumsi probiotik untuk membantu mengembalikan keseimbangan bakteri usus
-
Perbanyak cairan
-
Konsultasi jika diare parah atau berdarah
5. Gangguan Pencernaan Kronis

Penyebab
Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan diare berkepanjangan, seperti:
-
Sindrom iritasi usus (IBS)
-
Penyakit radang usus
-
Penyakit celiac
Contoh penyakit radang usus adalah Crohn’s disease yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.
Gejala Tambahan
-
Diare berkepanjangan
-
Berat badan turun
-
Nyeri perut kronis
-
Tinja bercampur darah atau lendir
Cara Menanganinya
-
Diagnosis medis lengkap
-
Perubahan pola makan
-
Obat antiinflamasi atau terapi khusus
-
Manajemen stres
Pada kasus kronis, pengobatan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis penyakit dalam atau gastroenterologi.
Bahaya Diare: Waspadai Dehidrasi
Komplikasi paling berbahaya dari diare adalah dehidrasi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit.
Tanda Dehidrasi:
-
Mulut kering
-
Jarang buang air kecil
-
Urine berwarna gelap
-
Pusing
-
Lemas ekstrem
-
Pada anak: ubun-ubun cekung
Dehidrasi berat membutuhkan penanganan medis segera, bahkan rawat inap dengan cairan infus.
Cara Umum Mengatasi Diare di Rumah
Selain penanganan spesifik berdasarkan penyebab, berikut langkah umum yang bisa dilakukan:
1. Minum Oralit
Larutan gula dan garam dengan takaran tepat membantu mengganti cairan dan elektrolit.
2. Diet BRAT
-
Banana (pisang)
-
Rice (nasi)
-
Applesauce (pure apel)
-
Toast (roti tawar)
3. Hindari Makanan Pemicu
-
Makanan pedas
-
Gorengan
-
Makanan berlemak
-
Minuman bersoda
4. Jaga Kebersihan
-
Cuci tangan sebelum makan
-
Gunakan air bersih
-
Pastikan makanan matang sempurna
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika mengalami:
-
Diare lebih dari 3 hari
-
Demam tinggi
-
Tinja berdarah
-
Nyeri perut hebat
-
Dehidrasi berat
-
Diare pada bayi atau lansia
Kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Cara Mencegah Diare
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Berikut langkah pencegahan yang efektif:
-
Cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik
-
Konsumsi air matang
-
Simpan makanan di suhu yang tepat
-
Hindari makanan mentah berisiko
-
Vaksinasi rotavirus untuk bayi
Kesimpulan
Memahami penyebab diare dan cara menanganinya adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Lima penyebab utama diare meliputi:
-
Infeksi virus dan bakteri
-
Keracunan makanan
-
Intoleransi laktosa
-
Efek samping obat
-
Gangguan pencernaan kronis
Sebagian besar kasus diare dapat sembuh dengan perawatan rumahan seperti rehidrasi dan istirahat. Namun, jika gejala berat atau berlangsung lama, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mencegah komplikasi serius seperti dehidrasi.
Dengan menjaga kebersihan, pola makan sehat, dan mengenali gejala sejak dini, risiko diare dapat diminimalkan secara signifikan.
