5 Tanda Penyakit Demam Tifoid yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini
5 Tanda Penyakit Demam Tifoid yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini
Demam tifoid atau yang sering disebut tipes masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang cukup sering terjadi di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Sayangnya, banyak orang yang belum benar-benar memahami tanda penyakit demam tifoid sehingga sering terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.
Padahal, mengenali gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Artikel ini akan membahas secara lengkap 5 tanda penyakit demam tifoid, penyebabnya, cara penularan, perbedaan dengan penyakit lain, hingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Apa Itu Demam Tifoid?
Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, kemudian berkembang biak di saluran pencernaan dan menyebar ke aliran darah.
Di Indonesia, penyakit ini masih tergolong umum, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang baik. Demam tifoid dapat berlangsung selama beberapa minggu jika tidak ditangani dengan benar.
Bagaimana Cara Penularan Demam Tifoid?
Sebelum membahas tanda penyakit demam tifoid, penting untuk memahami bagaimana penyakit ini menular:
-
Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri.
-
Tidak mencuci tangan sebelum makan.
-
Menggunakan air yang tidak bersih.
-
Kontak dengan penderita atau pembawa bakteri (carrier).
Bakteri dapat bertahan di dalam tubuh seseorang bahkan setelah sembuh, sehingga tetap berpotensi menularkan penyakit.
5 Tanda Penyakit Demam Tifoid
Berikut adalah lima tanda penyakit demam tifoid yang paling umum dan perlu diwaspadai:
1. Demam Tinggi yang Naik Bertahap

Tanda paling khas dari demam tifoid adalah demam yang meningkat secara bertahap. Biasanya suhu tubuh akan naik perlahan selama beberapa hari hingga mencapai 39–40°C.
Ciri khas demam tifoid:
-
Demam lebih tinggi pada sore atau malam hari
-
Bertahan lebih dari 3 hari
-
Tidak turun sepenuhnya meski sudah minum obat penurun panas
Demam ini berbeda dari flu biasa karena cenderung menetap dan semakin tinggi dari hari ke hari.
BACA JUGA : 5 Penyakit Mematikan bagi Anak-anak yang Mengintai di 2026
2. Gangguan Pencernaan

Karena bakteri berkembang di saluran pencernaan, gangguan sistem cerna menjadi tanda penyakit demam tifoid yang cukup menonjol.
Gejalanya bisa berupa:
-
Sakit perut
-
Mual dan muntah
-
Diare atau justru sembelit
-
Perut terasa kembung
-
Nafsu makan menurun drastis
Pada anak-anak, diare lebih sering terjadi, sedangkan orang dewasa lebih sering mengalami sembelit.
BACA JUGA : 7 Cara Mix and Match Setelan Monokrom Biar Tidak Terlihat Flat dan Membosankan
3. Tubuh Terasa Sangat Lemah dan Lemas

Penderita demam tifoid sering merasa sangat lelah, bahkan untuk melakukan aktivitas ringan sekalipun.
Gejala yang sering dirasakan:
-
Badan terasa berat
-
Pusing
-
Nyeri otot
-
Sulit berkonsentrasi
Kondisi ini terjadi karena tubuh sedang melawan infeksi bakteri yang menyebar melalui aliran darah.
4. Lidah Kotor dan Berlapis Putih

Salah satu tanda khas demam tifoid adalah perubahan pada lidah. Lidah penderita biasanya tampak:
-
Berwarna putih di bagian tengah
-
Ujung dan tepi lidah berwarna merah
-
Terlihat kotor atau berlapis
Meskipun tampak sepele, perubahan pada lidah ini sering menjadi petunjuk penting dalam diagnosis awal.
5. Sakit Kepala dan Nyeri Sendi

Selain demam dan gangguan pencernaan, tanda penyakit demam tifoid lainnya adalah sakit kepala hebat dan nyeri sendi.
Gejala ini sering disalahartikan sebagai gejala flu biasa. Namun jika disertai demam tinggi yang menetap dan gangguan pencernaan, perlu dicurigai sebagai tifoid.
Gejala Tambahan yang Perlu Diwaspadai
Selain lima tanda utama di atas, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul:
-
Ruam kemerahan kecil di dada atau perut (rose spots)
-
Batuk kering
-
Mimisan ringan
-
Perut membesar karena pembengkakan hati atau limpa
Jika tidak ditangani, demam tifoid dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan usus atau perforasi usus.
Perbedaan Demam Tifoid dan Demam Berdarah
Banyak orang sulit membedakan antara demam tifoid dan demam berdarah. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Perbedaannya:
| Demam Tifoid | Demam Berdarah |
|---|---|
| Disebabkan bakteri | Disebabkan virus |
| Gangguan pencernaan dominan | Nyeri otot dan sendi sangat dominan |
| Demam naik bertahap | Demam tinggi mendadak |
| Tidak selalu ada ruam | Ruam sering muncul |
Pemeriksaan darah di laboratorium sangat diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Bagaimana Cara Diagnosis Demam Tifoid?
Dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
-
Tes darah lengkap
-
Tes Widal
-
Tes Tubex
-
Kultur darah
Tes kultur darah adalah metode paling akurat untuk mendeteksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh.
Pengobatan Demam Tifoid
Pengobatan utama demam tifoid adalah antibiotik yang diresepkan dokter. Beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan meliputi:
-
Ciprofloxacin
-
Azithromycin
-
Ceftriaxone
Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai anjuran meskipun gejala sudah membaik, agar bakteri benar-benar hilang dari tubuh.
Selain antibiotik, penderita juga dianjurkan untuk:
-
Istirahat total
-
Minum banyak air
-
Mengonsumsi makanan lunak
-
Menghindari makanan pedas dan berminyak
Komplikasi Demam Tifoid
Jika tanda penyakit demam tifoid diabaikan, komplikasi serius dapat terjadi, seperti:
-
Perdarahan saluran cerna
-
Kebocoran usus
-
Infeksi menyebar ke organ lain
-
Gangguan kesadaran
Komplikasi biasanya muncul pada minggu ketiga infeksi jika tidak diobati.
Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Demam Tifoid?
Beberapa kelompok yang lebih rentan terkena demam tifoid:
-
Anak-anak usia sekolah
-
Orang dengan daya tahan tubuh rendah
-
Orang yang tinggal di daerah sanitasi buruk
-
Pekerja yang sering makan di luar
Cara Mencegah Demam Tifoid
Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Menjaga Kebersihan Tangan
Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet.
2. Memastikan Makanan Matang Sempurna
Hindari makanan mentah atau setengah matang.
3. Minum Air yang Sudah Direbus
Air yang tidak bersih menjadi media utama penyebaran bakteri.
4. Vaksinasi Tifoid
Vaksin tifoid tersedia dan dianjurkan terutama bagi yang tinggal di daerah endemis.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:
-
Demam lebih dari 3 hari
-
Nyeri perut hebat
-
Muntah terus-menerus
-
Diare atau sembelit berkepanjangan
-
Tubuh sangat lemah
Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin kecil risiko komplikasi.
Pentingnya Edukasi tentang Tanda Penyakit Demam Tifoid
Masih banyak masyarakat yang menganggap demam tifoid sebagai penyakit biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan benar, infeksi ini bisa berakibat fatal.
Edukasi mengenai tanda penyakit demam tifoid sangat penting agar masyarakat:
-
Tidak menunda pemeriksaan
-
Tidak sembarangan minum obat
-
Tidak menyebarkan bakteri ke orang lain
Kesimpulan
Tanda penyakit demam tifoid yang paling umum meliputi:
-
Demam tinggi naik bertahap
-
Gangguan pencernaan
-
Tubuh lemas dan lelah
-
Lidah kotor berlapis putih
-
Sakit kepala dan nyeri sendi
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi serius.
Dengan menjaga kebersihan, memastikan makanan matang, serta melakukan vaksinasi, risiko terkena demam tifoid dapat ditekan secara signifikan.
Kenali gejalanya sejak dini, jangan anggap remeh demam yang berkepanjangan, dan segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
