5 Jenis Premarital Check Up yang Penting untuk Calon Pasangan Suami-Istri
5 Jenis Premarital Check Up yang Penting untuk Calon Pasangan Suami-Istri
Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan mental, emosional, dan finansial. Ada satu aspek penting yang sering terabaikan oleh calon pasangan suami-istri, yaitu kesiapan kesehatan. Di sinilah peran premarital check up menjadi sangat krusial.
Premarital check up adalah serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan, melainkan untuk mencegah risiko penyakit di masa depan, melindungi pasangan, serta mempersiapkan kehamilan yang sehat.
Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya premarital check up terus meningkat. Banyak rumah sakit besar seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo maupun Siloam Hospitals sudah menyediakan paket pemeriksaan khusus untuk calon pengantin.
Artikel ini akan membahas secara mendalam 5 jenis premarital check up yang penting untuk calon pasangan suami-istri, lengkap dengan manfaat dan alasan medisnya.
Apa Itu Premarital Check Up?
Secara medis, premarital check up adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dilakukan sebelum menikah untuk:
-
Mengetahui kondisi kesehatan umum
-
Mendeteksi penyakit menular
-
Mengidentifikasi penyakit genetik
-
Menilai kesiapan reproduksi
-
Mencegah penularan penyakit kepada pasangan atau anak
Pemeriksaan ini tidak wajib secara hukum di Indonesia, tetapi sangat dianjurkan oleh banyak tenaga medis.
Premarital check up bukan berarti Anda tidak percaya pada pasangan. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen untuk membangun keluarga yang sehat.
1. Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus

Mengapa Penting?
Mengetahui golongan darah dan faktor rhesus (Rh) adalah langkah dasar dalam premarital check up.
Setiap orang memiliki:
-
Golongan darah (A, B, AB, O)
-
Rhesus (positif atau negatif)
Masalah dapat terjadi jika:
-
Istri memiliki rhesus negatif
-
Suami memiliki rhesus positif
Kombinasi ini bisa menimbulkan komplikasi pada kehamilan berikutnya, yang dikenal sebagai inkompatibilitas rhesus.
Risiko Jika Tidak Diketahui
Jika kondisi rhesus tidak terdeteksi sejak awal, bayi bisa mengalami:
-
Anemia berat
-
Kerusakan organ
-
Bahkan kematian dalam kandungan
Namun, dengan premarital check up, kondisi ini bisa dicegah dengan terapi medis yang tepat.
Manfaat Pemeriksaan Ini
-
Mencegah komplikasi kehamilan
-
Perencanaan kehamilan yang aman
-
Edukasi medis sejak dini
BACA JUGA : 5 Pentingnya Karakter Dressing Pada Tren Fashion
2. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS)

Apa Saja yang Diperiksa?
Dalam premarital check up, tes PMS biasanya meliputi:
-
HIV
-
Hepatitis B
-
Hepatitis C
-
Sifilis
-
Gonore
Tes HIV sangat penting karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak ditangani.
Mengapa Tes Ini Penting?
Penyakit menular seksual sering kali tidak menunjukkan gejala. Seseorang bisa tampak sehat tetapi sebenarnya terinfeksi.
Tanpa premarital check up, risiko yang mungkin terjadi:
-
Penularan ke pasangan
-
Infeksi pada bayi saat kehamilan
-
Gangguan kesuburan
-
Komplikasi serius jangka panjang
Manfaat Deteksi Dini
-
Pengobatan lebih cepat
-
Pencegahan penularan
-
Perlindungan terhadap anak di masa depan
Premarital check up bukan soal curiga, melainkan soal pencegahan.
3. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi

Untuk Calon Istri
Pemeriksaan biasanya meliputi:
-
USG organ reproduksi
-
Pemeriksaan hormon
-
Pap smear
-
Deteksi kista atau miom
Pap smear penting untuk mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini.
Untuk Calon Suami
Pemeriksaan bisa meliputi:
-
Analisis sperma
-
Pemeriksaan hormon testosteron
-
Evaluasi kesehatan prostat
Mengapa Ini Bagian Penting dari Premarital Check Up?
Banyak pasangan baru menyadari masalah kesuburan setelah bertahun-tahun menikah. Padahal, dengan premarital check up, gangguan bisa diketahui lebih awal.
Manfaatnya:
-
Perencanaan kehamilan lebih matang
-
Mengurangi stres setelah menikah
-
Menghindari konflik akibat masalah kesuburan
4. Pemeriksaan Penyakit Genetik

Apa Itu Penyakit Genetik?
Penyakit genetik adalah kondisi yang diturunkan dari orang tua ke anak melalui gen.
Beberapa penyakit genetik yang umum diperiksa:
-
Thalassemia
-
Anemia sel sabit
-
Hemofilia
Jika kedua pasangan adalah pembawa gen thalassemia, anak memiliki risiko tinggi lahir dengan thalassemia mayor.
Mengapa Premarital Check Up Penting dalam Hal Ini?
Penyakit genetik sering kali tidak terlihat. Seseorang bisa menjadi carrier tanpa gejala.
Dengan premarital check up, pasangan bisa:
-
Mengetahui status carrier
-
Berkonsultasi dengan dokter
-
Merencanakan kehamilan dengan aman
5. Pemeriksaan Kesehatan Umum dan Penyakit Kronis

Selain pemeriksaan khusus, premarital check up juga mencakup:
-
Tes gula darah
-
Kolesterol
-
Fungsi hati
-
Fungsi ginjal
-
Tekanan darah
Penyakit seperti diabetes atau hipertensi dapat memengaruhi kehamilan dan kehidupan pernikahan.
Mengapa Ini Penting?
Bayangkan jika salah satu pasangan memiliki diabetes tidak terkontrol. Risiko yang mungkin terjadi:
-
Komplikasi kehamilan
-
Gangguan seksual
-
Penyakit jantung
Dengan premarital check up, kondisi ini bisa dikendalikan sebelum pernikahan.
Manfaat Besar Premarital Check Up untuk Masa Depan Pernikahan
Melakukan premarital check up memberikan banyak manfaat:
1. Mencegah Konflik di Masa Depan
Masalah kesehatan yang tidak diketahui bisa menjadi sumber konflik.
2. Mempersiapkan Kehamilan Sehat
Pasangan dapat merencanakan kehamilan dengan aman dan minim risiko.
3. Meningkatkan Kualitas Hidup
Mengetahui kondisi kesehatan membantu pasangan menjalani gaya hidup lebih sehat.
4. Menguatkan Komitmen
Premarital check up menunjukkan tanggung jawab dan transparansi dalam hubungan.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan Premarital Check Up?
Idealnya dilakukan:
-
3–6 bulan sebelum pernikahan
-
Sebelum merencanakan kehamilan
-
Saat sudah memiliki tanggal pernikahan
Waktu ini memungkinkan pasangan untuk mendapatkan perawatan jika ditemukan masalah.
Prosedur dan Biaya Premarital Check Up
Biaya premarital check up bervariasi tergantung rumah sakit dan jenis pemeriksaan.
Umumnya berkisar antara:
-
Rp 1.000.000 hingga Rp 5.000.000
Beberapa fasilitas kesehatan menawarkan paket lengkap agar lebih hemat.
Mitos dan Fakta Tentang Premarital Check Up
Mitos 1: Hanya untuk Pasangan yang Pernah Berganti Pasangan
Fakta: Semua pasangan perlu melakukan premarital check up.
Mitos 2: Jika Terlihat Sehat, Tidak Perlu Periksa
Fakta: Banyak penyakit tidak menunjukkan gejala.
Mitos 3: Bisa Menimbulkan Kecurigaan
Fakta: Justru meningkatkan kepercayaan dan transparansi.
Perspektif Medis dan Sosial
Di beberapa negara, premarital check up bahkan diwajibkan sebelum menikah untuk mencegah penyakit genetik.
Kesadaran masyarakat Indonesia juga mulai meningkat, terutama di kota-kota besar.
Premarital check up bukan sekadar tren, tetapi investasi jangka panjang untuk kesehatan keluarga.
Kesimpulan
Premarital check up adalah langkah bijak sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Lima jenis pemeriksaan yang paling penting meliputi:
-
Pemeriksaan golongan darah dan rhesus
-
Tes penyakit menular seksual
-
Pemeriksaan kesehatan reproduksi
-
Tes penyakit genetik
-
Pemeriksaan kesehatan umum
Melalui premarital check up, pasangan dapat:
-
Melindungi satu sama lain
-
Mencegah komplikasi kehamilan
-
Membangun keluarga yang sehat
-
Menghindari konflik akibat masalah kesehatan
Menikah bukan hanya soal cinta, tetapi juga tanggung jawab. Dengan premarital check up, Anda dan pasangan telah mengambil langkah besar menuju masa depan yang lebih sehat dan harmonis.
