5 Tanda ISPA yang Sering Dianggap Flu Biasa
5 Tanda ISPA yang Sering Dianggap Flu Biasa
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat, terutama di tengah perubahan cuaca, polusi udara, dan daya tahan tubuh yang menurun. Sayangnya, Penyakit ini kerap dianggap sebagai flu biasa sehingga banyak orang menyepelekannya. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, Penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memengaruhi kualitas hidup.
Artikel ini akan membahas 5 tanda ISPA yang sering disalahartikan sebagai flu biasa, sekaligus menjelaskan mengapa kondisi ini tidak boleh diabaikan.
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, meliputi hidung, tenggorokan, sinus, dan laring. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus, namun dalam beberapa kasus juga dapat dipicu oleh bakteri.
Penyakit ini sering muncul dengan gejala ringan, mirip flu, sehingga penderitanya tetap beraktivitas seperti biasa. Inilah yang membuat ISPA berbahaya—bukan karena selalu parah, tetapi karena sering terlambat disadari.
1. Batuk Berkepanjangan yang Tidak Kunjung Sembuh

Flu biasa umumnya menyebabkan batuk ringan yang membaik dalam beberapa hari. Namun pada Penyakit ini, batuk bisa berlangsung lebih lama, bahkan hingga dua minggu atau lebih.
Batuk akibat ISPA:
-
Bisa kering atau berdahak
-
Sering terasa mengganggu di malam hari
-
Tidak membaik meski sudah minum obat flu biasa
Batuk berkepanjangan menandakan adanya peradangan pada saluran pernapasan. Jika diabaikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi bronkitis atau infeksi saluran pernapasan bawah.
2. Hidung Tersumbat Disertai Nyeri di Wajah

Hidung tersumbat memang identik dengan flu. Namun pada ISPA, sumbatan hidung sering disertai:
-
Tekanan atau nyeri di area pipi dan dahi
-
Rasa penuh di sekitar mata
-
Sakit kepala yang menetap
Gejala ini menunjukkan keterlibatan sinus, yang bisa mengarah pada sinusitis. Berbeda dengan flu biasa yang membaik dalam beberapa hari, gangguan ini dapat bertahan lebih lama dan mengganggu konsentrasi serta aktivitas sehari-hari.
3. Tenggorokan Sakit yang Terasa Membakar

Sakit tenggorokan merupakan gejala awal flu dan ISPA. Bedanya, pada Penyakit ini:
-
Nyeri tenggorokan terasa lebih tajam atau seperti terbakar
-
Menelan terasa tidak nyaman
-
Bisa disertai suara serak
Peradangan tenggorokan yang berlangsung lama menandakan infeksi pada saluran pernapasan atas. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke bagian lain, seperti laring atau bahkan paru-paru.
4. Demam Ringan tapi Tidak Kunjung Turun
Flu biasa umumnya menyebabkan demam ringan yang cepat mereda. Pada ISPA, demam bisa:
-
Tidak terlalu tinggi
-
Bertahan selama beberapa hari
-
Muncul kembali setelah sempat membaik
Demam yang menetap adalah sinyal bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Mengabaikan kondisi ini dapat memperpanjang masa sakit dan meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
5. Tubuh Lemas dan Cepat Lelah
Kelelahan sering dianggap sebagai efek flu biasa. Namun pada ISPA, rasa lelah biasanya lebih berat dan berlangsung lebih lama.
Penderitanya sering merasakan:
-
Badan terasa lemah meski tidak beraktivitas berat
-
Sulit fokus
-
Mengantuk berlebihan
Kondisi ini terjadi karena tubuh terus bekerja melawan infeksi. Jika tetap dipaksakan beraktivitas tanpa istirahat cukup, proses pemulihan akan terhambat.
BACA JUGA : Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol (NAFLD): 5 Ancaman Metabolik di Era Modern
Mengapa ISPA Tidak Boleh Dianggap Sepele?
Menganggap Penyakit ini sebagai flu biasa adalah kesalahan umum. Beberapa alasan mengapa Penyakit ini perlu perhatian serius:
-
Dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan bawah
-
Memicu komplikasi seperti sinusitis, bronkitis, atau pneumonia
-
Menurunkan produktivitas dan kualitas hidup
-
Berisiko tinggi bagi kelompok rentan
Penyakit ini yang tidak ditangani dengan baik juga dapat menjadi berulang, terutama jika faktor pemicunya tidak diatasi.
Faktor Risiko ISPA di Era Modern
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Penyakit ini antara lain:
-
Paparan polusi udara
-
Kebiasaan merokok atau asap rokok
-
Kurang istirahat
-
Daya tahan tubuh menurun
-
Lingkungan padat dan kurang ventilasi
Gaya hidup modern membuat ISPA semakin mudah menyerang, bahkan pada orang yang merasa sehat.
Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter?
Segera pertimbangkan pemeriksaan medis jika:
-
Gejala berlangsung lebih dari 7–10 hari
-
Batuk semakin parah
-
Demam tidak kunjung turun
-
Muncul sesak napas atau nyeri dada
Deteksi dan penanganan dini dapat mencegah Penyakit ini berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Kesimpulan
ISPA bukan sekadar flu biasa. Batuk berkepanjangan, hidung tersumbat disertai nyeri wajah, sakit tenggorokan hebat, demam ringan yang menetap, dan tubuh lemas berkepanjangan adalah tanda-tanda Penyakit ini yang sering diabaikan.
Mengenali perbedaannya sejak awal adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan. Dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup sehat, risiko komplikasi akibat Penyakit ini dapat ditekan.
BACA JUGA : 3 Detail Fashion Atlet yang Mengubah Persepsi di Lapangan
