5 Gejala Awal Getah Bening
5 Gejala Awal Getah Bening
Penyakit getah bening sering kali terdengar menakutkan bagi banyak orang. Hal ini wajar, karena istilah “getah bening” kerap dikaitkan dengan penyakit serius seperti kanker kelenjar getah bening (limfoma). Padahal, tidak semua gangguan pada getah bening berujung pada kondisi berbahaya. Namun demikian, mengenali gejala awal getah bening sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Sistem ini membantu melawan infeksi, menyaring zat berbahaya, serta mendukung sistem imun. Ketika terjadi gangguan, tubuh biasanya akan memberikan sinyal berupa gejala tertentu. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan tanda-tanda awal tersebut karena dianggap sepele.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang 5 gejala awal getah bening yang perlu Anda waspadai. Selain itu, artikel ini juga akan mengulas fungsi getah bening, penyebab pembengkakan, cara diagnosis, langkah pencegahan, hingga kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan pemahaman yang baik, Anda dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan tubuh secara optimal.
Mengenal Getah Bening dan Fungsinya

Sebelum membahas lebih jauh tentang gejala awal getah bening, penting untuk memahami apa itu getah bening dan perannya dalam tubuh manusia.
Getah bening adalah cairan bening yang mengalir melalui pembuluh limfatik dan disaring oleh kelenjar getah bening. Kelenjar ini tersebar di berbagai bagian tubuh seperti leher, ketiak, selangkangan, dada, dan perut. Fungsi utama kelenjar getah bening adalah menyaring bakteri, virus, dan zat asing lainnya agar tidak menyebar ke seluruh tubuh.
Selain itu, kelenjar getah bening juga berperan dalam produksi dan penyimpanan sel darah putih, khususnya limfosit. Sel inilah yang bertugas melawan infeksi dan menjaga sistem imun tetap kuat. Ketika tubuh sedang melawan infeksi, kelenjar getah bening dapat membesar sebagai tanda bahwa sistem imun sedang bekerja.
Namun, pembesaran kelenjar getah bening tidak selalu menandakan infeksi ringan. Dalam beberapa kasus, pembesaran ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan serius. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perbedaannya.
Penyebab Umum Gangguan Getah Bening

Gangguan pada getah bening dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya bersifat ringan dan sementara, namun ada pula yang membutuhkan perhatian medis serius. Berikut beberapa penyebab umum gangguan getah bening:
- Infeksi virus, seperti flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan.
- Infeksi bakteri, misalnya infeksi gigi atau infeksi kulit.
- Penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
- Efek samping obat-obatan tertentu.
- Kanker, termasuk limfoma dan leukemia.
Mengetahui penyebab ini akan membantu Anda lebih memahami konteks munculnya gejala awal getah bening.
5 Gejala Awal Getah Bening yang Perlu Diwaspadai
Berikut ini adalah lima gejala awal getah bening yang paling umum dan sering tidak disadari oleh banyak orang.
1. Benjolan di Leher, Ketiak, atau Selangkangan
Gejala awal getah bening yang paling sering muncul adalah adanya benjolan kecil di beberapa area tubuh, terutama di leher, ketiak, atau selangkangan. Benjolan ini biasanya terasa lunak dan dapat digerakkan saat disentuh.
Pada tahap awal, benjolan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit sehingga banyak orang mengabaikannya. Padahal, pembesaran kelenjar getah bening yang berlangsung lebih dari dua minggu perlu diwaspadai.
Jika benjolan terasa keras, tidak dapat digerakkan, dan semakin membesar, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini bisa menjadi indikasi gangguan yang lebih serius.
2. Demam Tanpa Sebab yang Jelas
Demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Namun, demam yang muncul tanpa sebab yang jelas dan berlangsung dalam waktu lama bisa menjadi gejala awal getah bening.
Demam ini biasanya bersifat ringan hingga sedang, tetapi terjadi berulang kali. Kondisi ini menandakan bahwa sistem imun sedang bekerja keras melawan sesuatu di dalam tubuh.
Jika demam tidak kunjung reda meskipun sudah mengonsumsi obat penurun panas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
3. Keringat Malam Berlebihan
Keringat malam yang berlebihan, terutama saat cuaca tidak panas dan tanpa aktivitas berat, bisa menjadi salah satu gejala awal getah bening. Penderita biasanya terbangun di malam hari dengan pakaian atau seprai yang basah oleh keringat.
Gejala ini sering kali diabaikan karena dianggap akibat kelelahan atau stres. Padahal, jika terjadi secara terus-menerus, keringat malam berlebihan patut dicurigai sebagai tanda adanya gangguan kesehatan.
4. Penurunan Berat Badan Tanpa Alasan
Penurunan berat badan yang terjadi secara drastis tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik juga termasuk gejala awal getah bening. Kondisi ini terjadi karena tubuh menggunakan banyak energi untuk melawan penyakit.
Jika berat badan Anda turun lebih dari 5–10% dalam waktu singkat tanpa sebab yang jelas, segera lakukan pemeriksaan medis. Gejala ini sering kali muncul bersamaan dengan kelelahan dan penurunan nafsu makan.
5. Mudah Lelah dan Lemah
Gejala awal getah bening yang terakhir adalah rasa lelah berlebihan dan tubuh terasa lemah. Meskipun sudah cukup istirahat, penderita tetap merasa tidak bertenaga.
Kondisi ini terjadi karena sistem imun bekerja terus-menerus sehingga menguras energi tubuh. Jika rasa lelah berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan diabaikan.
Perbedaan Pembengkakan Getah Bening Normal dan Berbahaya
Tidak semua pembengkakan getah bening berbahaya. Pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi ringan biasanya akan mengecil dengan sendirinya setelah infeksi sembuh.
Namun, pembengkakan yang perlu diwaspadai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Tidak nyeri saat disentuh
- Ukuran semakin membesar
- Terasa keras dan tidak bisa digerakkan
- Tidak mengecil setelah beberapa minggu
Mengenali perbedaan ini dapat membantu Anda menentukan kapan harus mencari bantuan medis.
Cara Diagnosis Gangguan Getah Bening

Untuk memastikan penyebab pembengkakan getah bening, dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah diagnosis, antara lain:
- Pemeriksaan fisik, untuk menilai ukuran dan tekstur kelenjar.
- Tes darah, untuk mendeteksi adanya infeksi atau kelainan lain.
- Pencitraan medis, seperti USG atau CT scan.
- Biopsi, jika dicurigai adanya keganasan.
Diagnosis yang tepat sangat penting agar pengobatan dapat dilakukan sesuai dengan penyebabnya.
BACA JUGA : 9 Warna Urine dan Apa yang Diungkapnya Tentang Kesehatan Tubuhmu
Cara Mencegah Gangguan Getah Bening
Meskipun tidak semua gangguan getah bening dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem limfatik:
- Menjaga pola hidup sehat
- Mengonsumsi makanan bergizi
- Berolahraga secara teratur
- Menghindari rokok dan alkohol
- Menjaga kebersihan diri
Dengan gaya hidup sehat, risiko gangguan getah bening dapat diminimalkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala awal getah bening berikut:
- Benjolan tidak hilang lebih dari dua minggu
- Demam berkepanjangan
- Penurunan berat badan tanpa sebab
- Keringat malam berlebihan
- Rasa lelah yang ekstrem
Penanganan dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi.
BACA JUGA : 5 Cara Memilih Outfit Berdasarkan Bentuk Tubuh agar Tampil Lebih Proporsional
Kesimpulan
Mengenali gejala awal getah bening merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Lima gejala utama yang perlu diwaspadai meliputi benjolan pada kelenjar, demam tanpa sebab, keringat malam berlebihan, penurunan berat badan, dan rasa lelah yang tidak wajar.
Dengan pemahaman yang baik dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, gangguan getah bening dapat ditangani dengan lebih efektif. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut.
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang-orang terdekat.
