5 Penyakit paling mematikan versi MentalHEALTHLETICS

Penyakit mematikan telah menjadi ancaman serius bagi umat manusia sepanjang sejarah kita ada membahas 5 Penyakit paling mematikan versi MentalHEALTHLETICS .
Dalam pembahasan ini, kita akan mengenal berbagai penyakit mematikan, penyebabnya, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengobatinya. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman, kita dapat lebih siap dalam menghadapi risiko kesehatan yang ada di sekitar kita.
1 . Penyakit jantung koroner
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi ketika pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Kondisi ini dapat menyebabkan aliran darah ke jantung terganggu, meningkatkan risiko serangan jantung dan komplikasi serius lainnya.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan PJK meliputi:
-
Penumpukan Plak – Kolesterol, lemak, dan zat lain dapat menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan.
-
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) – Tekanan darah tinggi dapat merusak dinding arteri dan mempercepat pembentukan plak.
-
Kadar Kolesterol Tinggi – Kolesterol LDL (jahat) yang tinggi meningkatkan risiko penyumbatan arteri.
-
Merokok – Zat dalam rokok merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis.
-
Diabetes – Kadar gula darah tinggi dapat mempercepat kerusakan arteri.
-
Gaya Hidup Tidak Sehat – Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak jenuh, dan obesitas dapat meningkatkan risiko PJK.
Gejala Penyakit Jantung Koroner
Gejala PJK bervariasi, tergantung tingkat keparahan penyumbatan arteri. Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai:
-
Nyeri Dada (Angina) – Rasa nyeri, sesak, atau tekanan di dada, terutama saat beraktivitas atau stres.
-
Sesak Napas – Terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah secara efisien.
-
Mudah Lelah – Kurangnya suplai oksigen ke otot dan organ dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.
-
Palpitasi (Jantung Berdebar) – Denyut jantung terasa tidak teratur atau terlalu cepat.
-
Pusing atau Pingsan – Akibat aliran darah ke otak yang tidak optimal.
Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
Beberapa langkah yang dapat membantu mencegah atau mengurangi risiko PJK:
✅ Makan Sehat – Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, tinggi serat, serta kaya sayur dan buah.
✅ Olahraga Teratur – Aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari dapat memperkuat jantung.
✅ Berhenti Merokok – Menghindari rokok dapat mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan.
✅ Kelola Stres – Hindari stres berlebihan dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
✅ Cek Kesehatan Secara Berkala – Pantau tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara rutin.
Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Jika PJK sudah berkembang, beberapa opsi pengobatan meliputi:
Obat-obatan – Seperti aspirin, statin (penurun kolesterol), dan beta-blocker (menstabilkan detak jantung).
Angioplasti – Prosedur untuk membuka arteri yang tersumbat menggunakan balon dan stent.
Bypass Jantung – Operasi untuk membuat jalur baru agar darah dapat mengalir ke jantung.
2 . Stroke
Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan mulai mati dalam hitungan menit, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Jenis-Jenis Stroke
-
Stroke Iskemik (87% kasus)
-
Disebabkan oleh penyumbatan arteri akibat gumpalan darah atau plak kolesterol.
-
-
Stroke Hemoragik
-
Terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan perdarahan di dalam otak.
-
-
Transient Ischemic Attack (TIA) / Stroke Ringan
-
Gangguan aliran darah ke otak sementara yang biasanya pulih dalam 24 jam, tetapi merupakan tanda peringatan stroke lebih parah.
-
Penyebab dan Faktor Risiko
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke meliputi:
✅ Tekanan darah tinggi (hipertensi) – Faktor utama penyebab stroke.
✅ Kolesterol tinggi – Bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah otak.
✅ Diabetes – Merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
✅ Merokok – Nikotin mempersempit arteri dan meningkatkan tekanan darah.
✅ Penyakit jantung – Aritmia atau gagal jantung meningkatkan risiko stroke iskemik.
✅ Obesitas – Berat badan berlebih meningkatkan tekanan darah dan kolesterol.
✅ Gaya hidup tidak sehat – Kurang olahraga, pola makan buruk, dan konsumsi alkohol berlebihan.
Gejala Stroke (Kenali dengan FAST)
Gejala stroke muncul secara mendadak dan bisa dikenali dengan metode FAST:
Face Drooping – Salah satu sisi wajah turun atau mati rasa.
Arm Weakness – Lengan terasa lemah atau sulit diangkat.
Speech Difficulty – Kesulitan berbicara atau bicara cadel.
Time to Call Help – Segera hubungi layanan medis jika mengalami gejala ini!
Selain itu, gejala lainnya bisa berupa:
-
Pusing mendadak atau kehilangan keseimbangan.
-
Pandangan kabur atau kehilangan penglihatan pada satu mata.
-
Sakit kepala parah tanpa sebab yang jelas.
Pencegahan Stroke
Jaga Tekanan Darah – Kontrol hipertensi dengan diet rendah garam dan olahraga.
Makan Sehat – Konsumsi makanan kaya serat, rendah lemak jenuh, dan hindari makanan tinggi kolesterol.
♂️ Olahraga Teratur – Minimal 30 menit sehari untuk menjaga kesehatan jantung.
Berhenti Merokok – Mengurangi risiko stroke hingga 50%.
Kelola Diabetes – Kontrol kadar gula darah dengan diet dan pengobatan.
Kurangi Alkohol – Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah.
Pengobatan Stroke
Obat-obatan – Seperti antikoagulan (pengencer darah) untuk mencegah pembekuan darah.
Terapi Trombolitik – Obat penghancur gumpalan darah jika stroke iskemik ditangani dalam 4,5 jam pertama.
Operasi – Untuk kasus stroke hemoragik guna menghentikan perdarahan otak.
Rehabilitasi – Fisioterapi dan terapi bicara membantu pemulihan fungsi tubuh setelah stroke.
3 . Diabetes
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh terlalu tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan produksi atau fungsi insulin, hormon yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan kerusakan saraf.
Jenis-Jenis Diabetes
-
Diabetes Tipe 1
-
Disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas.
-
Biasanya muncul sejak usia anak-anak atau remaja.
-
Penderita harus menggunakan insulin seumur hidup.
-
-
Diabetes Tipe 2
-
Terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin).
-
Sering dikaitkan dengan obesitas dan gaya hidup tidak sehat.
-
Bisa dikontrol dengan diet, olahraga, dan obat-obatan.
-
-
Diabetes Gestasional
-
Terjadi pada wanita hamil dan biasanya menghilang setelah melahirkan. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
-
Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes:
✅ Faktor Genetik – Riwayat keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko.
✅ Obesitas – Lemak berlebih, terutama di perut, menyebabkan resistensi insulin.
✅ Gaya Hidup Tidak Sehat – Pola makan tinggi gula dan lemak serta kurang aktivitas fisik.
✅ Hipertensi dan Kolesterol Tinggi – Memperburuk resistensi insulin.
✅ Usia – Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah 40 tahun.
Gejala Diabetes
Gejala utama diabetes dikenal dengan istilah 3P:
Polidipsia – Sering merasa haus berlebihan.
Poliuria – Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
Polifagia – Sering merasa lapar meskipun sudah makan.
Gejala lainnya meliputi:
-
Penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas.
-
Luka sulit sembuh.
-
Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.
-
Penglihatan kabur.
-
Mudah lelah dan lemas.
Pencegahan Diabetes
Jaga Berat Badan – Obesitas adalah faktor risiko utama diabetes tipe 2.
Pola Makan Sehat – Konsumsi makanan tinggi serat, rendah gula, dan hindari makanan olahan.
♂️ Olahraga Teratur – Minimal 30 menit sehari, seperti jalan kaki atau bersepeda.
Hindari Gula Berlebih – Kurangi konsumsi minuman manis dan makanan tinggi karbohidrat olahan.
Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol – Menjaga kesehatan jantung juga membantu mencegah diabetes.
Pengobatan Diabetes
Diabetes Tipe 1 – Menggunakan suntikan insulin seumur hidup.
Diabetes Tipe 2 – Dapat dikendalikan dengan diet, olahraga, obat oral, dan dalam beberapa kasus, insulin.
Diabetes Gestasional – Dikontrol dengan diet sehat dan pemantauan kadar gula darah selama kehamilan.
Komplikasi Diabetes Jika Tidak Dikontrol
⚠ Penyakit Jantung – Diabetes meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
⚠ Gagal Ginjal – Kerusakan ginjal akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol.
⚠ Kerusakan Saraf (Neuropati) – Kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada kaki dan tangan.
⚠ Gangguan Penglihatan – Retinopati diabetik dapat menyebabkan kebutaan.
⚠ Luka Sulit Sembuh – Bisa menyebabkan amputasi jika terjadi infeksi parah.
4. HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 (sel darah putih). Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu tahap akhir infeksi HIV di mana sistem kekebalan tubuh melemah secara drastis sehingga tubuh rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit mematikan.
Penyebab dan Cara Penularan HIV
HIV menyebar melalui cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi, seperti:
Hubungan Seksual Tanpa Pengaman – Baik vaginal, anal, maupun oral dengan orang yang terinfeksi HIV.
Berbagi Jarum Suntik – Misalnya pada pengguna narkoba suntik.
Dari Ibu ke Bayi – Saat kehamilan, persalinan, atau menyusui jika tidak ada pencegahan.
Transfusi Darah – Jika darah yang digunakan belum diuji untuk HIV (jarang terjadi karena sistem medis saat ini sudah lebih ketat).
Catatan:
HIV tidak menular melalui sentuhan, air liur, keringat, air mata, gigitan nyamuk, atau berbagi makanan dan minuman.
Tahapan Infeksi HIV
1️⃣ Tahap Akut (2-4 Minggu Setelah Infeksi)
-
Demam, sakit kepala, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening.
-
Gejalanya mirip flu, sehingga sering tidak disadari.
2️⃣ Tahap Kronis (Tahap Laten Klinis)
-
Bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa gejala yang nyata.
-
Virus tetap aktif dan terus merusak sistem imun.
3️⃣ Tahap AIDS (Tahap Lanjut HIV)
-
Sistem kekebalan sangat lemah sehingga mudah terkena infeksi oportunistik (TBC, pneumonia, kanker tertentu).
-
Gejala berat seperti penurunan berat badan ekstrem, diare berkepanjangan, dan luka di mulut atau kulit.
Gejala HIV/AIDS
Gejala awal bisa ringan atau bahkan tidak terasa, tetapi seiring perkembangan penyakit, gejala berikut dapat muncul:
✅ Demam berkepanjangan
✅ Berkeringat di malam hari
✅ Kelelahan ekstrem
✅ Ruam kulit atau luka di mulut, anus, atau alat kelamin
✅ Pembengkakan kelenjar getah bening
✅ Penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas
Pencegahan HIV/AIDS
Gunakan Kondom – Saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan.
Setia pada Satu Pasangan – Hindari hubungan seksual dengan banyak pasangan tanpa perlindungan.
Hindari Berbagi Jarum Suntik – Terutama di kalangan pengguna narkoba suntik.
Tes HIV Secara Berkala – Jika berisiko tinggi, lakukan pemeriksaan HIV untuk deteksi dini.
Terapi Pencegahan (PrEP & PEP)
-
PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis): Obat bagi orang yang berisiko tinggi tertular HIV, seperti pasangan dari penderita HIV.
-
PEP (Post-Exposure Prophylaxis): Obat yang harus diminum dalam 72 jam setelah kemungkinan terpapar HIV untuk mencegah infeksi.
Pengobatan HIV/AIDS
Antiretroviral Therapy (ARV) – Obat untuk menekan perkembangan HIV dalam tubuh, sehingga penderita tetap bisa hidup sehat dan mencegah perkembangan ke tahap AIDS.
Terapi Simptomatik – Pengobatan untuk mengatasi infeksi oportunistik yang muncul akibat melemahnya sistem imun.
Gaya Hidup Sehat – Pola makan bergizi, olahraga, dan menjaga kebersihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
HIV Tidak Bisa Disembuhkan, tetapi Bisa Dikontrol! Dengan terapi ARV yang teratur, penderita HIV bisa hidup sehat dan memiliki harapan hidup hampir sama dengan orang tanpa HIV.
5 . Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain seperti otak, ginjal, dan tulang. TBC menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Jika tidak diobati, TBC bisa menjadi penyakit serius yang menyebabkan komplikasi parah atau bahkan kematian.
Cara Penularan TBC
TBC menular melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi:
Batuk atau bersin – Mengeluarkan bakteri ke udara.
Berbicara atau bernapas di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.
Kontak dekat dengan penderita TBC aktif dalam waktu lama.
TBC Tidak Menular Melalui:
-
Bersalaman atau menyentuh penderita.
-
Berbagi makanan atau minuman.
-
Penggunaan toilet bersama.
Jenis-Jenis TBC
1️⃣ TBC Paru (Pulmoner) – Bentuk paling umum, menyerang paru-paru.
2️⃣ TBC Ekstra Paru – Menyerang organ lain seperti otak, ginjal, tulang, atau kelenjar getah bening.
3️⃣ TBC Laten – Bakteri ada dalam tubuh tetapi tidak menimbulkan gejala. Bisa aktif kapan saja jika daya tahan tubuh melemah.
4️⃣ TBC Resistan Obat (TBC RO) – Jenis TBC yang tidak mempan terhadap obat standar dan membutuhkan pengobatan lebih lama.
Gejala TBC
Batuk lebih dari 2 minggu
Batuk berdarah atau berdahak berlebihan
Demam berkepanjangan, terutama di malam hari
Berkeringat di malam hari tanpa penyebab jelas
Penurunan berat badan drastis
Lemas dan kehilangan nafsu makan
Nyeri dada dan kesulitan bernapas
⚠ Jika mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter untuk tes dahak atau rontgen paru-paru.
Pencegahan TBC
Vaksin BCG – Diberikan kepada bayi untuk mencegah TBC berat seperti meningitis TBC.
Gunakan Masker – Jika berada di sekitar penderita TBC aktif.
Jaga Ventilasi Udara – Ruangan dengan sirkulasi udara baik mengurangi risiko penularan.
Hindari Kontak Lama dengan Penderita TBC Aktif – Jika belum mendapatkan pengobatan.
Jaga Daya Tahan Tubuh – Makan sehat, olahraga, dan cukup istirahat untuk mencegah infeksi.
Pengobatan TBC
TBC Bisa Disembuhkan! Tetapi pengobatannya harus disiplin dan tuntas.
✅ Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) – Diminum selama 6 bulan tanpa henti meskipun gejala membaik.
✅ Jenis obat TBC (Kombinasi beberapa obat):
-
Rifampisin
-
Isoniazid
-
Pirazinamid
-
Etambutol
✅ TBC Resistan Obat membutuhkan pengobatan lebih lama (12–24 bulan) dengan obat yang lebih kuat.
✅ Penderita TBC Wajib Menyelesaikan Pengobatan agar tidak kambuh atau menularkan ke orang lain.
Komplikasi TBC Jika Tidak Diobati
⚠ Kerusakan paru-paru permanen
⚠ Penyebaran infeksi ke organ lain (TBC ekstra paru)
⚠ Gagal napas atau komplikasi paru lainnya
⚠ TBC resistan obat (sulit disembuhkan)
Diatas terdiri dari 5 jenis penyakit yang sulit bahkan tidak bisa di sembuhkan , jadi jangan lupa menjaga kesehatan masing masing dan minum air putih yang banyak , serta berolahraga secara teratur .